Bunga Tunggal vs Bunga Majemuk
Kurva Pertumbuhan Finansial & Keajaiban Compound Interest
Keajaiban Bunga Berbunga: Mengapa Garis Lurus Ditinggalkan Kurva?
Pada tahun pertama, tabungan dengan bunga tunggal 10% dan bunga majemuk 10% menghasilkan saldo yang persis sama. Namun masuki tahun ke-5, ke-10, atau ke-15: kurva bunga majemuk tiba-tiba meroket tajam ke atas. Mengapa pertambahan bunga bisa melahirkan bunga baru (*compound interest*) yang tidak pernah berhenti berlipat ganda?
🔬 Simulator Pertumbuhan Finansial Komparatif
Bandingkan kurva bunga tunggal (biru) vs bunga majemuk (hijau zamrud) secara visual.
🧭 3 Tahap Memahami Pertumbuhan Finansial
Pada tahun ke-1, M₁ = M₀(1 + i) pada kedua skema menghasilkan nilai persis sama, karena belum ada bunga dari periode lampau yang ikut dimajemukkan.
Pada tahun ke-2, suku bunga i dikenakan bukan hanya pada modal M₀, tapi juga pada bunga tahun ke-1 yang telah menjadi saldo baru: M₂ = M₁(1 + i) = M₀(1 + i)².
Karena posisinya sebagai pangkat (1 + i)ᵗ, tenor waktu memiliki dampak eksponensial jauh lebih masif daripada sekadar memperbesar modal awal.
Pertambahan saldo per tahun konstan sebesar: .
Pertambahan saldo per tahun meningkat terus karena mengikuti kurva pangkat eksponensial.
Uji Logika: Bunga 10% Selama 2 Tahun pada Modal Rp5.000.000
Jika kamu menabung modal Rp5.000.000 dengan bunga majemuk 10% per tahun selama 2 tahun, berapakah saldo tabungan yang kamu terima di akhir tahun ke-2?
Logika pelipatgandaan geometri dan matematika finansial diuji langsung pada soal produk investasi Bobin B2026 (#6), pembelahan bakteri (#12), dan sambungan pipa (#30).